Burung Garugiwa ; Penjaga Danau Kelimutu

burung garugiwa Selain Burung Elang Flores, Burung Garugiwa juga merupakan salah satu burung langka yang menjadi penghuni Kawasan Taman Nasional Kelimutu. Burung garugiwa pertama kali dipublikasikan oleh seorang warga Belanda tahun 1915. Keindahannya dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya tahun 1929. Sejak saat itu wisatawan asing mulai datang menikmati keindahan danau kelimutu yang dikenal angker bagi masyarakat setempat. Mereka datang bukan hanya pencinta keindahan, tetapi juga para peneliti yang ingin tahu kejadian alam yang langka itu. Nyanyian Burung Garugiwa sangat indah, dapat mengeluarkan aneka macam suara, relative keras dan nyaring. Burung dengan kepala berwarna hitam, sedangkan sayap, badan hingga ekor berwarna hijau kekuningan ini merupakan spesies Endemik di Taman Nasional Kelimutu.
Masyarakat setempat percaya bahwa burung ini adalah burung arwah penjaga Danau Kelimutu. Burung ini biasaya berkicau pada pagi hari. Menurut cerita sehari sebelum Upacara tahunan di Dananu Kelimutu di gelar burung ini akan berkicau. Masyarakat setempat dilarang oleh nenek moyang mereka unutk menangkap atau membunuh burung ini.