Cerita Rakyat Sejarah Kampung Todo

Legenda Mashur dan Kejayaan Todo

                                  Foto : www.kompas.com

Terdapat beberapa versi legenda tentang Mashur di kawasan todo dan Manggarai. Hampir semua orang Manggarai setuju bahwa Mashur dan nenek moyang orang todo berasal dari Minangkabau , Pulau Sumatera. Sebuah Legenda dari orang Narang ( Kedaluan Todo) ;
Ada seorang kakak beradik. Sang adik meminjam pancingan untuk memancing, ketika sedang memancing mata kailnya tersangkut dan tidak dapat diambil. Dia ingin menggantikan dengan mata kail yang lain tetapi kakanya marah dan menyuruhnya untuk mengembalikan pancingan yang sama. Akhirnya sang adik berupaya untuk mengembalikan mata kail yang sama.
Suatu hari sang kakak menurunkan semua daun – daun dari pohon di ladang adiknya. Sang adik berakting seperti kakanya menyuruh untuk mengembalikan semua dahan yang telah diturunkan dari pohon tersebut. Sang kakak sangat marah dan mengajak adiknya untuk bertarung, tetapi tawaran itu ditolak sang adik. Akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan pertarungan dengan kerbau. Sang Kakak memiliki kerbau yang lebih sedangkan adiknya menggunakan anak kerbau untuk bertarung. Tiga hari sebelum bertarung si adik menyiksa kerbau dengan tidak memberi makan. Sebelum bertarung dia memasang pisau di kepala kerbaunya. Ketika pertarungan dimulai anak kerbau yang lapar tadi langsung menyerobot Kerbau besar tadi untuk meminum susu. Akhirnya Kerbau besar itu terkena pisau dan pertarungan ini dimenangkan oleh sang adik. Orang menyebut nama Minangkabau berasal dari menang Kerbau, yang berkenaan dengan kemenangan anak kerbau tersebut.
Walaupun sang adik memenangkan pertarung ini tetapi dia memutuskan untuk meninggalkan Minangkabau bersama 4 saudaranya yang lain. Saudara Laki – laki tersebut memiliki jangkar gaib. Ketika mereka tiba di Flores, Jangkar tersebut turun sendiri sebagai tanda Saudara tersebut harus turun. Saudara tersebut akhirnya membagi mereka dalam beberapa daerah, seorang di Larantuka, Seorang di Ende, seorang di bajawa dan seorang lagi di Manggarai.
Menurut orang narang kebenaran cerita ini dapat dibuktikan dengan adanya peninggalan berupa tanduk kerbau dan segumpal tanah dari Minangkabau yang dibawah. Mereka menyimpan benda itu sebagai bukti, beserta buku yang ditulis dalam bahasa arab yang menurut mereka berasal dari Minangkabau juga. Masyarakat Narang mengatakan mereka adalah keturunan Saudara tertua yang memimpin perjalanan dari Minangkabau menuju Flores. Walaupun keturunan orang Narang berasal dari rumah utama dari clan raja Todo.