Kota Maumere

Maumere adalah ibu kota kabupaten Sikka, terletak di Palau Flores, propinsi Nusa Tengara Timur. Kota Maumere berada di pesisir pantai utara (pantura) Flores dengan Bandara Frans Seda serta Pelabuhan laut L. Say sebagai pintu gerbangnya.
Maumere merupakan daerah yang kaya akan sejarah dan tempat wisata yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik pariwisata. Selain itu, kekayaan alam dan kerajinan rumah tangga masyarkat Maumere juga dapat dikembangkan untuk sektor ekonomi kreatif. Para antropolog mengatakan orang sikka berasal dari Lembah Dong Lon di Hulu sungai Mekong dan Hoang Ho, China.
Prasejarah menunjukkan kawasan sikka telah ada sejak zaman batu-megalithikum, dimana banyak artefak arkeologis menujukkan jejak-jekak prasejarah tersebut. Ada fosil-fosil yang ditemukan disebuah batu cadas yang keras masyarakat menyebutnya dengan la’e ripu terdpat di Rejo, Desa Wolorego, Kecamatan Paga. Ada juga sejumlah gua yang diyakini dahulunya manusia-manusia purba asli sikka seperti Gua Patiahu di Talibura, Gua keytimu, kubur batu buabari di Paga.
Artefak emas berbentuk kapak atau bahartaka dan ukiran tuhan berwajah tiga di Kecamatan Bola. Artefak perunggu berbentuk perahu (Jong Dobo) di Kecamatan Kewapante. Ada juga terdapat sebuah Museum peninggalan orang portugis yang dinamai Museum “bikon blewut” yang merupakan budaya dan misi katolik di Maumere dan koleksi utama museum tersebut yaitu Fosil Fauna, Flora Gua Flores serta fosil-fosil manusia purba dan fosil gajah jenis Stegodon Trigonocephalus yang berusai kira-kira 300.000 tahun.