Lanjutan : Sejarah Kapela Tuan Ana

sumber : http://2.bp.blogspot.com/

Sejak itu raja Adobala dipermandikan menjadi katolik, Lewonama menjadi kerajaan katolik . oleh karenanya Koke Bale, dialihkan menjadi Kapela yang diberi nama “ makam kudus” sesuai dengan nama dari kapela yang ada di Pos militer Portugis. Kapela ini dibawa perawatan dan pengawas raja Ama Kalen yang merupkan raja kedua. Lama kelamaan kapela ini disebut kapela Ana mungkin sebutan ini terbawa oleh penduduk desa Lohayong.
Di Kapela Tuan Ana ini tersimpan peti yang dikeramatkan perlambang peti jenazah tuan Kita Yesus Kristus yang diusung oleh Nikodemus dan Yosef dari Arimatea serta perempuan – perempuan yang selama ini melayani Yesus dan Bunda Maria. Sejak abad XVI, di Larantuka terdapat sebuah Kapela di Desa Lambonama – Lewonama yang dikenal dengan nama Kapela Tuan Ana ( Tuan Anak Allah). Dalam peti itu terdapar Corpus ( Tubuh / Jenazah Kristus yang dilengkapi dengan semua ornamento kedukaan disamping berbagai patung dan alat yang menggambarkan penderitaan kristus. Peti jenazah ini akan diarak pada Jumat Agung dan akan menjadi pusat seluruh kegiatan para liturgis, dimana dari berbagai tempat umat berdatangan turut mengambil bagian dalam kedukaan ini.