Objek Wisata Di Kampung Rinca – Pulau Rinca

Setelah Taman Nasional Komodo ditetapkan sebagai satu dari 7 keajaiban dunia karena di sini merupakan habitat kadal raksasa Varanus Komodensis, daerah disekitar kawasan TNK menjadi potensisal untuk di kunjungi oleh wisatawan. Pulau Rinca merupakan satu dari empat pulau besar yang berada di kawasan Balai Taman Nasional Komodo dimana biasanya wisatawan mengujungi Loh Buaya untuk melihat secara dekat komodo. Untuk mencapai Loh Buaya, biasanya kapal yang menghantar wisatawan akan berlayar melewati Kampun Rinca sehingga, kampung ini akan berpotensi untuk dikunjungi oleh para wisatawan yang ingin melihat secara langsung kehidupan masyarakat setempat.
Berdasarkan hasil observasi, Kampung Rinca memiliki beberapa potensi daya tarik wisata alam dan budaya yang unik untuk dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata, diantaranya :

1.Rumah Panggung Kampung Rinca
Rumah masyarakar di Kampung Rinca adalah rumah panggung disamping itu beberapa rumah sudah modern yang sering ditemukan di kota. Rumah panggung ini terbuat dari kayu dan atapnya sudah terbuat dari sing / aluminium. Rumah panggung biasa di jumpai di sekitar pesisir pantai dimana rumah ini dibangun atau ditiru dari model rumah suku Bajoe. Biasanya bangunan rumah panggung terdiri dari dua ruangan yaitu ruang tidur dan ruang sebaguna, padahal biasanya satu rumah dihuni oleh dua atau tiga kepala keluarga tetapi mereka saling menjaga privasi. Suku bajo adalah suku yang hidupnya di atas laut namun seiring berkembangnya jaman mereka mulai mendirikan rumah di pesisir pantai dan disain rumah mereka berbentuk rumah panggung.Untuk menyusuri kampung dapat melewati jalan setapak yang diapiti oleh rumah – rumah warga.
2. Nelayan Bagan
Bagan merupakan alat tangkap yang digunakan oleh nelayan Kampung Rinca terutama saat musim cumi jarum dan ikan pelagis (lajang, kombong, tongkol, dan lain-lain). Bagan merupakan perahu motor yang ditambahkan cadik pada sisi kanan dan kiri lambung perahu, dilengkapi jaring yang dapat dinaik-turunkan dengan bantuan katrol manual. Peralatan yang disiapkan untuk bagan adalah lampu petromaks dan jaring. Beberapa nelayan sebelum menuju lokasi pencarian masih melakukan ritual kirim doa di perafu.
3. Proses Pembuatan Terasi
Salah satu produk dari masyarakat Desa Komodo adalah terasi yang dibuat dari udang rebon (sepi – Bahasa Komodo). Saat musim tangkapan komoditas tersebut udang rebon selain dijual langsung juga dijual dalam bentuk olahan terasi. Terasi Desa Komodo adalah produk lokal dan merupakan tradisi turun – temurun yang dapat dikembangkan untuk mendukung perekonomian dan pariwisata setempat. Kendala yang dihadapi dalam pengolahan terasi tersebut adalah peralatannya masih sederhana, proses pengolahan dirasa rumit, dan wadah/ kemasannya sulit dibuat. Wadah terasi yang disebut pantul terbuat dari daun lontar yang dianyam dan tidak semua penduduk Desa Komodo mampu membuatnya.
4. Pembuatan Patung Komodo
Patung komodo adalah produk dari Kampung Rinca yang telah dikenal masyarakat luas. Berkembangnya bisnis pariwisata telah mempengaruhi peningkatan jumlah pengrajin patung komodo di Desa Komodo. Bahan baku yang sering dipakai oleh pengrajin patung komodo adalah kayu kanawa, kayu waru laut, kayu jati, kayu kelumpang, dan sebagainya. Untuk menyeragamkan warna kayu digunakan cat rambut (merk Tancho), sedangkan untuk membuat warna lebih mengkilap digunakan semir sepatu.
5. Pulau Kalong
Pulau kalong merupakan salah satu pulau kecil di Taman Nasional Komodo. Pulau Kalong terletak diantara Pulau Rinca dan Pulau Papagaran, dari Kampung Rinca dapat ditempuh menggunakan perahu nelayan sekitar 10 menit. Masyarakat menyebutnya pulau Kalong karena terdapat banyak kalong/kelelawar. Pulau ini terbentuk dari hutan bakau dan diranting – ranting pulau ini bergelantungan banyak kalong / kelelawar. Waktu terbaik untuk datang ke Pulau Kalong adalah pada sore saat matahari mulai terbenam. Sambil menikmati keindahan matahaqri terbenam, wisatawan dapat melihat ribuan bahkan jutaan kelelawar keluar dari sarang mereka untuk mencari makan. Secara berkelompok mereka akan keluar dari sarang dan biasanya kembali di pagi hari. Selain itu perairan disekitar pulau Kalong juga tenang dan karangnya masih sangat terawat sehingga menjadi tempat tinggal berbagai jenis ikan. Lokasi disekitarnya sangat cocok untuk kegiatan snorkeling.
6. Gua Kalong
Gua kalong terletak di Pulau Rinca Taman Nasional Komodo. Untuk mencapai gua Kalong wisatawan harus berlabuh di dermaga yang terletak di Kampung Rinca. Dari kampung Rinca perjalanan menuju Gua Kalong dapat ditempuh dengan berjalan kaki melintasi savanna sejauh 30 menit selain itu wisatawan harus ditemani oleh Ranger atau Naturalis guide Taman Nasional, karena sering dijumpai Komodo yang sedang mencari makan atau sekedar melintas. Gua kalong merupakan tempat tinggal bagi jutaan kelelawar, selain itu biasanya Komodo juga bersembunyi di gua ini. Konon, gua kalong merupakan tempat persembunyian atau markas bagi para pejuang Indonesia dari penjajah. Di dalamnya terdapat 2 buah lorong dan anak gua lagi dan diatasnya bergantung ribuan kelelawar. Selain itu dari puncak gunung dimana terdapat gua Kalong, wisatawan dapat menikmati pemandangan pulau kalong, pulau mesa, kampung Rinca, dan birunya lautan disekitar Taman Nasional Komodo.
7. Batu Balok
Batu Balok adalah salah satu potensi yang dapat menjadi daya tarik wisata di sekitar Kampung Rinca. Dari kampung Rinca dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 1 jam. Perjalanan menuju ke sana datar dan kadang menanjak selain itu sering dijumpai Komodo di jalan menuju batu balok ini. Di sini terdapat susunan batu yang berbentuk balok yang merupakan peninggalan dari zaman megalitik. Masyarakat kampung Rinca memiliki cerita turun temurun dari nenek moyang mereka mengenai batu balok. Konon, terdapat seorang gadis yang ingin dipinang oleh seorang raja. Sebagai syarat maka raja tersebut harus membuat rumah / istana sebelum ayam berkokok. Syarat tersebut diterima oleh sang raja dan pada malam hari ia mulai membangun rumah tersebut, pekerjaan itu tidak selesai pada waktu ayam berkokok sehingga sampai sekarang masih tersisa puing puing berupa batu yang berbentuk balok tersebut.
8. Selat Molo
Selat Molo adalah sebuah selat yang memisahkan pulau Flores dan Rinca. Selat ini memiliki arus yang deras dan bergerak dari utara menuju selatan Samudra Hindia. Di selat ini terdapat sebuah arus berputar – putar sehingga sangat berbahaya bagi kapal yang melintasi selat ini.
9. Pulau Nisapurung
Pulau Nisa Purung adalah sebuah pulau kecil yang terletak di antara pulau Flores dan Pulau Rinca tepatnya di Selat Molo. Masyarakat menyebut pulau ini dengan nama Nisa Purung yang artinya Pulau yang terbakar. Pulau ini tidak berpenghuni dan memiliki keistimewaan dimana terdapat gugusan batu merah besar yang berwarna merah muda secara alami yang terletak di atas bukit. Dari sini juga terlihat selat molo.