Sejarah Kapela Tuan Ana

sumber : http://2.bp.blogspot.com/

Berdasarkan cerita orang tua setempat, bahwa jauh sebelum kedatangan Patigolo Arakian, di Pantai Larantuka ini ada tiga tempat berlabuh yang ramai dikunjungi jung – jung dari sina jawa. Pantai – pantai itu adalah, Lewowerang, Lewonama, Lewoale.
Seperti juga masyarakat lewowerang dan lewoale, masyarakat lewonama diatur oleh sistem kepemimpinan yang lazim disebut raaja – tuan ( Koten, Hurit, Maran). Dan menganut kepercaayaan lama yang mengenal kehadiran yang mahakudus dalam wujud era Lera Wulan Tana Ekan. Kehadiran lera wulan ini, dilambangkan adanya bangunan yang disebut; Koke Bale.
Akibat perdaagangan, Lewonama tumbuh menjadi sebuah kerajaan pantai yang selajutnya disebut kerajaan lewonama. Datang Patigolo Arakian yang kawin dengan Wato Wele yang menurun dinasti raja – raja Larantuka. Tahun 1357 Lewonama masuk menjadi wilayah majapahit.
Setelah Majapahit surut, Lewonama berdiri sendiri yang wilayahnya berbatasan dengan kerajaan Dompo di Flores Barat. Ketika Bangsa Portugis masuk, demi mempertahankan eksisteni, Lewonama mengadakan Pakta Goa- Talo, makanya Portugis diperkenankan mendirikan sebuah pos militer di Lewonama yang menjadi sebab dan sasaran orang tropobele tahun 1589.
Lanjutan Sejarah Kapela Tuan Ana